Selasa, Februari 10, 2009

Ingatlah!


Assalamu'alaikum wr.wb,

Ya Allah! Jadikan kami termasuk golongan para auliya'-Mu. Yaitu, mereka yang tiada memiliki rasa takut dan tidak pula merasa bersedih hati sedikitpun. Mereka adalah orang-orang yang senantiasa beriman serta benar-benar bertakwa. Merekalah yang akan memperoleh kabar gembira di dunia dan di akhirat. Dan barangsiapa dipilih oleh Allah sebagai kekasih-Nya dan diridhai-Nya maka ia tidak akan merasa takut pada hari kiamat, juga tidak akan bersedih. Ia akan hidup bahagia, di dunia maupun di akhirat.

Said bin Jabir meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah saw suatu waktu pernah ditanya, "Siapakah auliya' (para kekasih) Allah itu?" Rasulullah saw menjawab, "Para auliya' Allah adalah orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dengan penglihatan mereka".

Umar bin al-Khattab pernah mengatakan -berkenaan dengan ayat yang menerangkan tentang para kekasih Allah, bahwa Rasulullah bersabda, "Diantara hamba-hamba Allah, ada hamba-hamba yang bukan nabi, bukan pula syuhada'. Tetapi, kelak pada hari kiamat, para nabi dan para syuhada' cemburu atas kedudukan mereka di sisi Allah SWT".

Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah! Beritahukanlah kepada kami, siapakah mereka dan apa perbuatan mereka? Mungkin kami akan mencintai mereka!" Rasulullah menjawab, "Mereka adalah sekelompok manusia (suatu kaum) yang saling mencintai dalam ridha Allah, bukan karena ada hubungan keluarga, juga bukan oleh motif harta-benda yang bisa membuat mereka saling memberi dan menerimanya. Demi Allah! Wajah-wajah mereka ketika itu, benar-benar bercahaya! Dan mereka berada diatas mimbar-mimbar cahaya!" Kemudian Rasulullah saw membacakan salah satu ayat al-Qur'an:

"Ingatlah, sesungguhnya para auliya' Allah itu tidak memiliki rasa takut dan tidak pula bersedih"> (QS. Yunus: 62)

Ali bi Abu Thalib menyatakan, "Para auliya' Allah adalah suatu kaum yang wajahnya pucat karena terjaga pada malam hari, matanya kuyu karena sering menangis,perutnya kecil dan kerempeng karena sering lapar (puasa), dan serta bibirnya kering karena (makan) kulit anggur".

Disebutkan makna kalimat la khaufun 'alaihim adalah, bahwa mereka tidak memiliki rasa takut atas anak keturunan (dzurriyat) mereka, karena Allah telah melindungi mereka. Sedangkan maksud dari kalimat wala hum yahzannun, adalah bahwa mereka tidak merasa sedih terhadap urusan dunia mereka, karena Allah akan menggantikannya dengan anak-anak mereka. Allah adalah menjadi pelindung sekaligus pelayan bagi mereka.

Abu Darda' pernah bertanya kepada Rasulullah saw mengenai firman Allah SWT yang menyatakan:

"Mereka akan memperoleh busyra (kegembiraan; kebahagiaan) di kehidupan dunia dan kehidupan akhirat". (QS. Yunus: 64)

Ketika itu Rasulullah saw bersabda: "Tidak ada seorang pun yang bertanya kepadaku tentang ayat itu sejak ia di turunkan selain dirimu. Al-busyra adalah mimpi yang benar, yang dapat dilihat oleh seorang Muslim, atau yang diperlihatkan kepadanya".

Ada juga penafsiran yang menyebutkan bahwa yang dimaksud oleh ayat tersebut ialah al-busyra itu kabar kegembiraan yang diberikan oleh malaikat kepada seorang mukmin ketika menjelang wafat, berupa surga dan pengampunan dari Allah. Hal ini didasarkan pada firman Allah sebagai berikut:

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan bahwa "Tuhan Kami adalah Allah", kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindung mu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan, dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Fushshilat: 30-32)

Dalam hadis al-Barra' disebutkan, "Sesungguhnya seorang mukmin apabila kematian telah mendatanginya, maka para malaikat akan datang menjemput mereka dengan memperlihatkan wajahnya yang putih bersih dan pakaian serba putih pula. Para malaikat itu kemudian berkata, "Keluarlah wahai Ruh yang baik, nikmatilah perjalananmu yang menyenangkan, tanpa kemurkaan dari Tuhanmu". Lalu keluarlah ruh itu dari mulut si mukmin sebagaimana keluarnya tetesan air dari mulut hujan.

Adapun mengenai al-busyra yang diberikan kepada orang-orang yang beriman pada hari akhirat, maka hal itu adalah sebagaimana firman Allah:

"Mereka tidak disusahkan oleh kedasyatan yang besar (pada hari kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata): "Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu'". (QS. al-Anbiya': 103)

Firman Allah:

"(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mu'min laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan disebelah kanan mereka , (dikatakan kepada mereka): "Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang banyak". (QS. al-Haid: 12)

Inilah janji Allah, ....janji Allah tidak akan berganti, tidak akan dilanggar, serta tidak akan pernah berubah. Janji Allah adalah keberuntungan yang besar bagi orang yang telah memperolehnya.

Wassalamua'laikum wr. wb,

Sumber : Rabi'ah Sang Obor Cinta
Penerjemah : Thalib Haqqi
Penyunting : Fahda Rasyiq

Tidak ada komentar: